Rummenigge Tandaskan James Rodriguez Menetap di Bayern

Chairman Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge memastikan bila James Rodriguez bakalan senantiasa dengan pemenang Jerman walaupun terdapat laporan bakalan pulang menuju ke Real Madrid.

Rodriguez bersatu dengan Bayern didalam perjanjian kontrak peminjaman sejauh 2 tahun pada musim sebelumnya. Tim Bundesliga pun mempunyai alternatif untuk menebusnya dengan tarif 42 juta pada 2019.

Pesepakbola Kolombia tersebut mengalami keberhasilan pada kompetisi musim nya yang ke 1 bermain untuk Bayern. Bintang yang beroperasi sebagai gelandang serang menginjak umur 27 tahun tersebut turut serta mengantar Die Roten meraih piala Bundesliga.

Tetapi, terdapat laporan yang mengatakan bila Madrid bakalan memulangkan pesepakbola berkewarganegaraan Kolombia tersebut sehabis Cristiano Ronaldo merapat menuju Juventus. Tetapi, Rummenigge dengan tegas menampik berita ini.

“Situasi perjanjian kontraknya telah jelas, sejumlah hal dari Spanyol enggak tentu benar, ” tuturnya sebagaimana ditulis blog berita.

“Saya sanggup tandaskan bila kompetisi musim ini – serta aku asumsikan seterusnya – James bakalan bertanding di Bayern.”

Rodriguez memperoleh kans bertanding reguler sehabis ambil keputusan angkat kaki menuju ke Bundesliga. Dirinya menciptakan 39 permainan di segala ajang kejuaraan untuk Bayern pada musim sebelumnya dengan membuat 8 skor serta menorehkan 15 operan.

Bintang yang beroperasi sebagai gelandang Baru Liverpool Ini Telah Siap Hadapi Premier League yang Keras

Premier League terus menerus terkenal jadi liga paling hebat di planet ini berdasarkan laporan yang bisa kita baca dari sini. Berbagai kesebelasan-kesebelasan paling hebat melintang di Premier League, sampai-sampai pada waktu ini terdapat 6 skuat yang sama tangguh nya, yang bersaing meraih 1 titel jawara tiap-tiap tahunnya.

Selanjutnya, Premier League pun terkenal jadi liga yang keras serta mengutamakan kedalaman fisik. Sejumlah beberapa pemain yang baru bersatu dengan kesebelasan Premier League malahan enggak mampu gemilang lantaran tercengang dengan aksi fisik yang sedikit lebih intensif.

Walaupun begitu, bintang yang beroperasi sebagai gelandang baru Liverpool, Naby Keita mengklaim telah begitu siap meladeni Premier League. Dirinya sama sekali enggak terganggu dengan tuntutan kedalaman fisik yang kebanyakan bertindak sebagai satu diantara sejumlah aspek krusial buat pesepakbola anyar.

“Aku rasa aspek fisik sama sekali enggak bakal berdampak jelek pada aku, ” ucap Keita ditulis dari fourfourtwo.

Keita mengklaim selalu bekerja keras bermain agresif semenjak dulu. Karenanya dirinya telah begitu siap meladeni Premier League. Keita sempat menonton berbagai rekaman video partai-partai Premier League serta mempelajarinya.

“Aku telah menyaksikan berbagai football Inggris serta lewat proses permainan uji coba menuju ke kompetisi musim baru ini, aku bakalan melakukan adaptasi. Misalnya kayak memenangkan bola kembali. Hal tersebut ialah sesuatu yang aku gemari.”

“Saya ialah seseorang yang mempunyai mental pemenang sejatinya. Aku mempunyai harapan besar untuk menang. Karena hal itulah aku terus menerus agresif didalam hal baik di rumput hijau, ” lanjut ia.

Selain bertahan, Keita mengklaim jua gemar memberi bantuan penyerangan. Bila mempunyai kans, dirinya enggak ragu menembak bola menuju ke gawang musuh. Tetapi, di atas semua itu, yang terkrusial ialah bertanding jadi tim.

“Pola pikir pertama-tama aku kala aku bertanding di rumput hijau ialah untuk bertahan sehebat mungkin serta enggak kebobolan. Jadi bintang yang beroperasi sebagai gelandang, kala kau mampu mengunci soal di belakang, pekerjaan aku selanjutnya ialah menyediakan amunisi untuk para ujung tombak serta pemain depan, yaitu menciptakan kans bagi mereka. ”

“Juga, kala aku dapat kans, aku kepingin berusaha melaksanakannya serta membuat skor. Tetapi bagaimanapun aku ialah pesepakbola tim. Aku sering berpikir pertama mengenai skuat serta grup, ” tegas Keita.

Naby Keita Menolak Barcelona serta Bayern Munchen Demi Liverpool

Bintang yang beroperasi sebagai gelandang baru Liverpool, Naby Keita pada nyatanya sudah didekati Barcelona serta Bayern Munchen sebelum ambil keputusan bersatu dengan skuat didikan Jurgen Klopp ini. Dirinya mengklaim sedikit lebih tertarik bertanding di bawah didikan Klopp.

Kepergian Keita sesungguhnya berhasil tuntas musim sebelumnya, tapi kesepakatan ke-2 kesebelasan ambil keputusan Keita berlaga di RB Leipzig semusim dulu sebelum angkat kaki menuju ke Liverpool untuk kompetisi musim 2018/19. Dapat diklaim Keita ialah pesepakbola pertama-tama yang didatangkan Liverpool untuk menatap kompetisi musim terbaru.

Saat ini dirinya mampu bertindak sebagai kepingan Liverpool bersama sejumlah pemain fresh yang lain, Fabinho, Xherdan Shaqiri serta Alisson Becker. Pesepakbola menginjak umur 23 tahun ini bakalan berjuang menembus barisan tengah kesebelasan inti dengan Jordan Henderson serta Fabinho.

Dikatakannya, satu diantara sejumlah argumen inti dirinya mengambil keputusan Liverpool ialah proyek yang dijanjikan sang manajer. Keita beranggapan Klopp memberi penawaran peran bertanding yang sedikit lebih menarik dari pada kesebelasan-kesebelasan yang lain.

“Memang benar bila terdapat sejumlah skuat yang terlibat (berusaha merekrut) sebagaimana yang kau (jurnalis) sebutkan itu (Barca serta Bayern). Tetapi salah satu bagian terbesar didalam keputusan aku ialah peran dari manajer, ” ucap Keita di fourfourtwo.

“Kami mengobrol dengan positif. Kata-kata yang dirinya tuturkan pada aku mengenai proyek ini betul-betul meyakinkan aku. Aku dapat mengetahui bagaimana kesebelasan ini berkembang. ”

Selain itu, satu diantara sejumlah dalang yang mengantar Keita menciptakan keputusan ialah keberadaan Sadio Mane. Dirinya mengklaim Mane sempat merayunya untuk bersatu, ke-2 pesepakbola ini memang sedikit dekat.

“Dan aku mengatakan banyak dengan Sadio (Mane). Sadio kayak saudara buat aku. Kami mengarungi 9 bulan bersama di Salzburg serta membentuk rapor yang keren. ”

“Kami sempat bertindak sebagai teman baik semenjak waktu itu. Dirinya kasih tahu aku betapa luar biasanya kesebelasan ini serta bagaimana skuat berkembang serta mempunyai kans dahsyat, ” tukasnya dalam tulisan ini.

Keita perlu berjuang sehebat mungkin untuk memenangkan 1 pos di kesebelasan kunci Liverpool. Dirinya kemungkinan besar sedikit lebih banyak duduk di kursi pemain cadangan di kompetisi musim nya yang ke 1.

Totti: Roma Memang Sewajarnya Melepas Alisson

Legenda AS Roma, Frencesco Totti turut serta menanggapi mengenai kepergian sang keeper Alisson Becker menuju ke Liverpool. Baginya, Roma memang sewajarnya melepas Alisson, transfer ini dipandang menguntungkan ke-2 skuat.

Menukil fourfourtwo, keeper inti team sepakbola negara Brasil ini bersatu dengan Liverpool didalam perjanjian kontrak yang mampu menguntungkan Roma sampai dengan 72, lima juta €. Dirinya melewati rekor transfer keeper paling mahal di planet ini.

Jadi informasi, Roma mendatangkan Alisson dari Internacional sekadar dengan kira-kira 7 juta €, kebijakan transfer pesepakbola pada Roma memang pantas diapresiasi. Sementara itu, Liverpool pun beruntung boleh memperoleh Alisson, yang dipandang jadi pemain yang bisa jadi keeper paling hebat di planet ini.

Totti dapat mengetahui perasaan frustrasi fans Roma, itu masuk akal. Tetapi buatnya yang terkrusial ialah kelangsungan kesebelasan ini sendiri. Dirinya optimis fulus hasil penjualan Alisson sanggup dialokasikan untuk membentuk kesebelasan Roma beberapa lama nanti.

“Kami membentuk skuat untuk masa depan. Team saya bakalan secepatnya mempersolid skuat selekasnya, jadi Roma mampu berkompetisi di kelas atas,” kata Totti diungkap dari fourfourtwo.

“Alisson? Perputaran angka di pasaran sempat berubah, 75 juta € untuk sesosok keeper berlaku pertama kalinya serta team saya enggak bakal bilang ‘tidak’. ”

“Saya minta maaf lantaran team saya kehilangan satu diantara sejumlah keeper paling hebat di planet ini, tapi walaupun begitu team saya bakalan berusaha membentuk kesebelasan yang tangguh,” imbuh dirinya.

Alisson saat ini memang telah dijadikan sebagai kepunyaan Liverpool. Tapi dirinya memastikan bila Roma serta pada penggemarnya sempat meninggalkan kesan mendalam buatnya.

“Di Roma aku mengalami 2 kompetisi musim yang indah; tak sama, intensif, tapi endingnya penuh dengan capaian. Team saya melaju ke arah yang tak sama, tapi aku kepingin berterima kasih terhadap setiap orang: kesebelasan, skuat, serta setiap suporter Roma yang memotivasi aku untuk mengerjakan seluruhnya di rumput hijau,” katanya di akun Twitter resminya.

“Terlebih aku sangat ingin mengucapkan terima kasih terhadap rekan-rekan sesama tim aku, yang sempat melintang di sisi aku untuk tiap pertempuran, tiap keadaan perfect serta jelek, serta sempat bersikap mengagumkan pada aku semenjak hari pertama-tama. Sungguh-sungguh suatu kehormatan untuk bertarung dengan kalian! Aku bakalan senantiasa membawa kesebelasan ini, serta kota ini, di hati aku.”

Leave a Reply