Branding Produk Makanan Untuk Para Pelaku Bisnis Dunia Kuliner

Pada dasarnya branding produk makanan tidak jauh beda dari produk-produk yang lainnya. Produk itu harus didaftarkan pada direktorat haki untuk memperoleh hak paten. Sebelum mendaftarkan, tentukan brand tersebut gampang diingat serta sederhana. Brand yang berbelit – belit serta rumit lebih tak terlalu meyakinkan serta kesannya aneh. Kamu bisa memakai nama dengan 1 ataupun 2 kata yang dapat merepresentasikan produk makanan yang ditawarkan. Bakal lebih baik lagi bila brand yang dibangun memiliki filosofi ataupun arti tersendiri. Satu brand tidak bisa memilih kata ataupun logo dengan sembarangan tapi itu semua perlu mempunyai filosofi serta makna yang dalam. Jika brand itu memiliki filosofi, ini artinya bahwa brand itu memiliki tujuan dan doa dari pemimpin bagi produk tersebut.

Hak Paten

Untuk menarik minat konsumen, prediksikan dalam branding produk makanan yang dibikin mempunyai keistimewaan yang tidak sama dari produk yang lainnya. Untuk menjadikan produk Kamu disukai banyak orang, Kamu musti melakukan inovasi didalam menciptakan brand yaitu membuat brand yang tidak dipunyai oleh produk lainnya. Brand yang menarik sering menjadikan orang penasaran untuk mencoba serta mengetahui tentang citarasa makanan itu. Misalnya Kamu membuat keripik pedas dengan beberapa gambar cabai. Ini bakal menjadikan konsumen mempunyai anggapan jika keripik itu amat pedas hingga ingin mencicipinya. Brand seperti ini bisa mengundang perhatian konsumen untuk membelinya dan mempermudah mereka saat mengingatnya. Logo itu pun bisa dipatenkan di direktorat jenderal hak kekayaan intelektual.

Terdapat fakta menarik yang telah banyak ditemui yaitu sejumlah brand makanan memakai nama yang tidak jauh beda dari produk-produk lainnya yang sudah ada. Malah sejumlah produk ada yang namanya amat mirip entah itu dari sisi desain kemasan ataupun tampilan. Yang lebih mengagetkan, ada sekian banyak brand tiruan yang memperoleh keberhasilan lebih besar daripada merk aslinya. Melihat hal itu, untuk Kamu yang sedang membuat bisnis kuliner, Kamu bisa menentukan apakah bakal mengembangkan brand baru yang menarik ataupun memodifikasi brand yang telah ada. Pilihan itu ada di tangan Kamu. Untuk mempermudah pilihan, perhatikan skala bisnis kuliner yang bakal Kamu kembangkan.

Hak Kekayaan Intelektual

Umumnya mereka yang memakai  modifikasi ialah bisnis kecil dengan segmen pasar yang terbatas. Produk itu cuma dijual untuk daerah di satu kota saja ataupun sejumlah kota di areanya. Kebalikannya bisnis skala besar mempunyai bisnis luas hingga lebih baik menciptakan brand yang tidak sama serta unik daripada yang lain. Pada umumnya merk original serta merek modifikasi mempunyai keuntungan serta kerugian tersendiri. Berkaitan dengan untung dan rugi, hal ini bisa jadi bahan pertimbangan Kamu.

Berkaitan dengan merek original, Kamu mempunyai brand menarik di direktorat jenderal kekayaan intelektual. Brand itu memilik potensi jadi brand besar di kemudian hari. Sementara itu minusnya Kamu musti menyempatkan bisnis tersendiri untuk membuat merk original. Di sisi lain, merk modifikasi mempunyai keuntungan memperoleh promosi cuma-cuma. Alasannya ialah tampilan brand yang menyerupai dengan merk yang telah matang. Hal ini jelas bisa menarik perhatian konsumen dengan gampang. Namun pemakaian teknik modifikasi untuk menciptakan satu merk makanan jelas bukanlah tanpa masalah.

Masalah pertama dapat selesai dengan ini dan yang sangat mencolok ialah berkaitan dengan legalitas merk. Sudah ada sejumlah kasus yang mana bisnis sudah cukup besar lalu terpaksa musti berganti merk sebab masalah brand yang persis ataupun sama yang tercatat di direktorat merek.Tapi ini balik lagi kepada diri Kamu. Bila skala usaha Kamu kecil, maka peluang untuk tersandung hal tersebut pun kecil. Sebetulnya, masalahnya tidak cuma itu saja. Masih ada lagi satu hal yang malah kerap tidak disadari oleh penggiat usahanya. Saat membangun brand modifikasi, Kamu musti siap untuk ditunjuk sebagai brand level dua.

Kamu sendiri mungkin pun sering berpikir hal yang serupa bukan? Ketika melihat satu merk minuman ataupun makanan ringan yang mirip satu merk ngetop, dengan tidak sadar Kamu bakal menganggap mutunya berada di bawah merk yang telah ngetop itu. Untuk itu, sebagian besar penggiat usaha yang ulet serta pekerja keras umumnya bakal lebih memilih memakai nama brand baru daripada modifikasi. Banyak penggiat usaha yang tak sadar jika brand sebenarnya jauh lebih penting dibandingkan produk itu sendiri. Mereka biasanya memiliki ide bisnis yang cemerlang namun kadang asal menciptakan logo. Syarat pertama branding produk makanan yang penting sebetulnya ialah Kamu musti mengenal diri Kamu serta produk yang ditawarkan. Mulailah dengan identitas bisnis Kamu. Perhatikan seperti apa karakter yang ingin diperlihatkan oleh brand Kamu didalam bentuk yang simple. Kamu sendiri yang musti memilih inti filosofi Kamu sendiri. Kunjungi http://www.pendaftaranmerekdagang.com/ untuk informasi lebih lengkap.

Leave a Reply